WELCOME...... ENJOY MY STYLE

Aarghhhh..... Kata p'tama yg saya ucapkan setelah secara otodidak belajar membuat blog.....

Well.... thanks before for come to my site
Tidak semua yang ada didalam blog ini hasil jerih payah saya sendiri... tapi bantuan kalian2 smua yg membuat blog ini semakin meriah....

Mohon kritik dan saran dari blogger2 smua ....

Saturday, May 19, 2007

Mengapa Banyak Model Ponsel?

SEORANG kolega pernah berkomentar: “Buat apa sih vendor-vendor itu nekat membuat sekian banyak model ponsel? Bukankah akan membuat konsumennya jadi bingung?”

Di satu sisi dia mungkin benar, tapi di sisi lain, dia bisa saja keliru: tidak mungkin semua orang menyukai satu model saja. Ada yang lebih suka model luncur (slider), model dengan layar lebar, model dengan desain yang modis, elegan, premium, keypad yang QWERTY, dan lain sebagainya.

Bagi vendor, pengenalan yang mendalam terhadap karakter pengguna telepon seluler sangat penting dalam membuat segmentasi pasar. Ini bertujuan mengakomodasi keinginan konsumen dalam mendapatkan produk yang sesuai dengan minat, fungsi, dan bahkan koceknya.

Segmentasi juga berguna dalam meningkatkan kemampuan sebuah produk dalam berkompetisi dan memprediksi kecenderungan di masa datang. Karena itu, “Konsumen adalah kompas bagi kami,” ujar Usun Pringgodigdo, Manajer Pengembangan Bisnis Nokia Indonesia.

Menurut dia, setidaknya ada satu miliar pengguna telepon seluler di dunia saat ini–dengan beraneka kebutuhan, penggunaan, dan gaya hidup. “Jadi tidak mungkin ada satu model yang cocok dengan seluruh kebutuhan, gaya hidup, dan preferensi individual,” ujarnya.

Untuk itu, pihaknya mencoba mendengar kebutuhan mereka, mencoba mengelompokkan mereka sesuai dengan kesamaan cara berpikir dalam mempertimbangkan manfaat yang bisa didapatkan.

Untuk mendapatkan gambaran yang utuh dan lebih baik, pihaknya menggunakan profil psikologis, sosiologis, gaya hidup, dan demografis yang definitif.

Faktor psikologis, misalnya, berguna dalam menentukan bagaimana seorang individu berhadapan dengan keinginannya sendiri. Sebagian orang secara terbuka menunjukkan cara untuk memuaskan keinginannya, sebagiannya lagi bisa lebih mengendalikannya.

Sedangkan faktor psikologis berguna dalam mengamati bagaimana seseorang berinteraksi dengan yang lain. Sebagian mencoba menempatkan “dirinya” dalam pusaran kehidupan, sebagiannya lagi menunjukkan “rasa memiliki” terhadap kelompok sebagai yang paling utama.

Semua itu akan tecermin pada pilihan mereka dalam memiliki ponsel.
Diungkapkannya, filosofi dasar Nokia–produsen ponsel nomor satu di dunia saat ini–berangkat dari kerangka orientasi konsumen yang kemudian melahirkan beberapa segmen “mindstyle” sendiri.

Jadi memang tidak sederhana, bukan? *** (Koran Tempo, 16/10/2005)

No comments: